Yesus atau Malaikat
Related:
Ibrani 1 : 5-14
Malaikat adalah utusan Allah. Malaikat dipahami lebih hebat dan lebih suci dari manusia. Malaikat dianggap selalu melakukan hal baik karena senantiasa dekat dengan Allah. Namun dibandingkan dengan pribadi Yesus, tentu malaikat berada lebih rendah. Mengapa? penulis Ibrani menyatakan bahwa tak satupun di dalam kitab suci menyapa malaikat sebagai Anak. Dan Yesus sering menyebut Allah sebagai Bapa-Nya. Hubungan seperti ini tidak pernah diberikan kepada malaikat. Malaikat lebih rendah dari Yesus dan bahkan penulis Ibrani menuliskan bahwa malaikat adalah roh-roh yang melayani orang-orang yang diselamatkan. Yesus adalah Juruselamat manusia. Malaikat adalah yang melayani orang yang diselamatkan. Sangat jelas bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat. Dengan demikian Yesus adalah Satu-satunya Pengantara antara hubungan manusia dengan Allah. Tidak ada yang lain. Kondisi yang begitu kelam dalam kehidupan kita tidak bisa diatasi oleh malaikat karena pada faktanya malaikat memiliki keterbatasan. Namun penulis Ibrani ini membawa pandangan kita tertuju kepada Yesus Kristus yang menjadi Jalan Pendamaian terhadap dosa kita. Dia tetap sama dari kemarin sampai selama-lamanya (ayat 12)
Hal terpenting bagi kita adalah kita diciptakan pada dasarnya untuk menjadi kesenangan bagi Allah. Kehidupan kita menggambarkan kasih-Nya, kemuliaan-Nya, diri-Nya. Namun, dosa menjadi perusak itu semua. Maka Ia sediakan jalan keluarnya untuk mengembalikan tujuan itu semua dengan kehadiran anak-Nya yang tunggal ini, maka tujuan semula bisa kembali diwujudkan. Maka, barangsiapa di dalam Kristus diciptakan kembali untuk kemuliaan-Nya dan sebaliknya barangsiapa di luar Kristus tetap berada di dalam dosa. Tidak dapat menggambarkan kemuliaan Allah. Inilah yang menjadi pergumulan kita di dalam hidup ini bagaimana supaya diriku ini bebas dari dosa dan dapat menggambarkan kemuliaan Allah dan nanti mendapat bagian istimewa di dalam kerajaan Anak-Nya. Di dalam zaman yang pelik ini, pandanglah kepada Allah. Dia hidup dan berbicara kepada saudara. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia sanggup melakukan apapun atas kehidupan saudara. Bagian kita, percayalah kepada-Nya. Biarlah Kristus di dalam hati saudara untuk membawa saudara ke dalam kesenangan-Nya. Tuhan Yesus mengasihi saya dan saudara.
Ringkasan Khotbah minggu oleh Ms. Rani Kenangan Sidabutar, S.Th.
0 Response to "Yesus atau Malaikat "
Post a Comment
Silahkan komentar dengan bijak ya guys